Hi all.. Kyoko lagi disini, kali ini mau share kisah tentang pertemuan terakhir dengan almarhum nenek ku.
Kisah ini bermula pada tahun 1999, pada saat aku kelas 5 SD. Sebelum
hari yang menyedikan itu tiba, pada 2 hari sebelumnya aku masih sempat
main kerumah nenek ku yang berada di Kalimantan, tepatnya di jl.veteran,
rumah yang tidak terlalu besar, bergaya lama, dan halaman depan masih
dari tanah yang disemen semeteran buat menaruh kendaraan beroda dua.
Nenek ku masih muda, ketika itu beliau baru berumur 53 tahun. Dikeluarga
papa hanya nenek yang menyayangi papa sedangkan saudaranya memandang
rendah, oleh karena itu aku sangat menyayangi nenek.
2 hari setelah berkunjung ke rumah nenek, pada saat pagi aku tidak
memiliki firasat apapun, masih pergi ke sekolah seperti biasa. Pada saat
jam 9 istirahat pertama, papa datang dan menjemputku pulang, katanya
nenek telah meninggal. Waktu itu aku mengira papa hanya bercanda, tapi
ketika sampai di rumah nenek dan melihat sendiri tubuh nenek yang telah
terbujur kaku, aku menangis sekencang-kencangnya.
Setelah aku tenang, para sepupu yang seumuran berkumpul di kamar dan
mulai bercerita. Kata mereka, sebelum nenek meninggal ada seekor ular
hijau yang masuk ke dalam rumah, dan tidur dibawah kursi kayu yang
sedang ditiduri oleh nenek. Ketika melihat itu kakek segera mengusir
ular itu dan memukul kepala ular hingga ular itu mati. Tak berapa lama
kemudian setelah kejadian itu nenek ku ikut menghembuskan nafas yang
terakhir.
Di adat ku (China), orang yang meninggal akan dibiarkan selama 3 hari
sebelum dikuburkan, dan selama 3 hari itu semua saudara harus berkumpul
dalam satu rumah almarhum. Nah malam hari ketika nenek ku meninggal,
karena sepupu berkumpul semua aku tidak bisa tidur. Aku berjalan sendiri
ke teras depan rumah, duduk dibawah pohon belimbing.
Awalnya aku tidak merasakan apa-apa, namun tak berselang lama ada angin
dingin yang meniup dibelakang telinga. Tiba-tiba bulu roma ku merinding,
ketika melihat kebelakang ada seekor ular besar yang kepalanya berdarah
sedang menatap ku. Aku tidak takut karena ku menyukai ular.
Seketika aku berdiri dan berjalan ke ular tersebut dan mengambil tisu
dari kantong piyama lalu melap darahnya, sambil bercerita tentang
kepergian nenek ku. Ular tersebut tidak bergeming sama sekali. Ketika
lega setelah bercerita aku masuk rumah dan tidur.
Paginya ular tersebut sudah tidak ada, dan hari kedua adalah penutupan
peti. Hari ketiga, dini hari jam 4 kami bersiap-siap untuk berangkat ke
tanah kuburan untuk memulai prosesi pemakaman ke arah pemakamam China di
sungai-raya dalam, ternyata disana banyak sekali penampakan. Mungkin
yang tinggal disana tau keadaannya karena banyak kuburan lama juga.
Singkat cerita setelah proses pemakaman selesai kami pulang masih dalam
keadaan berduka.
3 hari setelah proses pemakaman tersebut (kalau tidak salah hari Selasa
jam 8 malam), ketika aku sedang berada di rumah di ruang tamu sedang
mengerjakan tugas sekolah, ada yang mengajak ku berbicara. Aku tidak
sadar dan menjawab saja. Ketika melihat itu adalah beliau (alm.nenek),
aku senang sekali. Dia mengelus rambut ku, wajahnya pucat namun tidak
menakutkan dan berkata "Cucu, jaga orangtua mu baik-baik dan bahagiakan
mereka, jangan menaruh dendam kepada saudara yang lain karena mereka
jahat kepada papa". Setelah berkata seperti itu dia hilang.. benar-benar
hilang. Itulah wajangan terakhir darinya dari nenekku tersayang.
NB: Ada kepercayaan dimana setelah 3 hari dikuburkan, arwah yang
meninggal akan kembali melihat anak-cucunya, setelah itu dia akan
kembali ke alamnya.
Sekian cerita ku, maaf kalau seperti curhat dan tidak menyeramkan. Oh ya
ular yang waktu itu ku datangi adalah ular yang dibunuh kakekku, dia
pernah datang ke mimpiku untuk mengatakan trima kasih dan menjadi
penjaga ku sampai sekarang ini.



