IDota2Pro - Komunitas Dota 2 Online Indonesia!

Loading . . .

Home » , » Ketika Selfie Dilakukan Dia Yang Tak Bernyawa

Ketika Selfie Dilakukan Dia Yang Tak Bernyawa

Written By Norman Enkabara on Rabu, 16 Juli 2014 | 11.53

Iklan Baris Lowongan Kerja Malang
Binggung mencari lowongan kerja di daerah malang? Langsung saja kunjungi disini
www.lowongankerja87.weebly.com
Pasang Iklan Baris
Pasang iklan baris Murah dan menyediakan layanan pemasangan iklan banner.
www.LivaKara.com
Bagai gadis remaja yang baru dihadiahkan kamera oleh orang tuanya, robot Google – yang dikirim ke 250 museum dan galeri di seluruh dunia untuk mendokumentasikan karya-karya seni – justru sibuk mengambil gambar dirinya sendiri setiap melintasi kaca-kaca dinding atau cermin-cermin megah dalam ruangan.

Seniman Spanyol Mario Santamaria mengumpulkan gambar-gambar “kecelakaan” ini di dalam Tumblr-nya. Ia berfokus di Palais Garnier, sebuah rumah opera berarsitektur Barok di kota Paris, yang harum pula sebagai lokasi cerita The Phantom of the Opera.

The Grand Staircase

Ganjil, dingin, dan terkadang menggelikan, selfie-selfie ini memperlihatkan “kompetisi” antara seni dan teknologi–dua hasil karya peradaban manusia. Sementara seni lebih sering dianggap nyeleneh dan “tak berguna”, teknologi dipandang lebih simpel dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, seni adalah rumah bagi manusia untuk bertukar harapan. Dunia ini gila, dan seni adalah usaha kita supaya tetap jadi waras. Sementara teknologi, terutama setelah Revolusi Industri, tak jarang menghadapkan kita pada rasa gugup dan terancam. “Apa jadinya jika perkembangan teknologi sudah sampai ke masa dimana manusia berhenti dibutuhkan?”

Balcony

Sayap gedung, Rotonde des Abonnes

Rotonde des abonnes

Administration

Ruang latihan tari. Palais Garnier kini hanya ditujukan untuk pementasan balet.

Palais Garnier kini hanya ditujukan untuk pementasan balet.

Vestiaire - tempat penyimpanan coat tamu

Kamera Google ini didesain secara khusus oleh perusahaan Elphel, dan dapat menangkap gambar 1000 kali lebih detail dari kamera digital biasa. Dipasang di atas sebuah troli otomatis, kamera ini diselimuti jubah Mylar – yang awalnya dikembangkan NASA untuk para astronot - demi meminimalisasi pantulan cahaya saat memotret. Harga kamera in sendiri? Sekitar 9.000-12.000 USD atau lebih dari 100 juta rupiah satu biji. Wah, pantas saja mereka narsis.

Gambar-gambar ini adalah bagian dari Google Art Project, yang mendokumentasikan secara 3D koleksi berbagai museum terkenal di dunia, termasuk Musée du Louvre Paris, Van Gogh Museum Amsterdam, Museo Nacional de Prado Madrid, The National Gallery of London, dan Museum Nasional Indonesia. Untuk melihatnya secara gratis, klik disini.

Sumber :
Share this article :
Comments
2 Comments

2 comments:

IDota2Pro - Komunitas Dota 2 Online Indonesia!

Daftar Isi

    Memuat...
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. LivaKara - All Rights Reserved